KISAH: Ibnu Hajar Al-Haitami dan Istri yang Memilih Hidup Miskin (1)

Editor :
Ulama besar Imam Ibnu Hajar Al-Haitami memperlihatkan karamahnya kepada sang istri yang terlena dengan harta. Foto ilustrasi/dok dakwah islamiyyah/via sindonews.com

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Imam Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah‎ (909-973 Hijriah) adalah ulama besar yang memiliki karamah luar biasa. Lahir di Mahallah Abi Al-Haitam, Mesir bagian Barat pada Rajab 909 Hijriah dan wafat di Mekah pada bulan Rajab 973 Hijriyah. Beliau adalah seorang ulama ahli fikih mazhab Syafi’i, ahli kalam, dan tasawuf.

Ibnu Hajar Al-Haitami telah hafal Alquran di waktu kecil. Guru-gurunya mengizinkannya berfatwa dan mengajar pada waktu usianya belum mencapai 20 tahun.

Nama lengkapnya Al-Imam al-Faqih al-Mujtahid Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Hajar as Salmunti al-Haitami al-Azhari al-Wa’ili as-Sa’di al-Makki al-Anshari asy-Syafi’i.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami hidup dalam kemiskinan selama 4 tahun. Beliau tak pernah makan daging karena tak punya uang untuk membelinya walaupun sesungguhnya dia sangat menginginkannya.

Istrinya sejak lama ingin mandi di pemandian umum khusus air panas, tetapi Imam Ibnu Hajar tidak mampu membelikan tiket masuknya. Istrinya sangat ingin ke pemandian umum khusus air panas, Ibnu Hajar berkata kepadanya:

“Bersabarlah wahai istriku, saya kumpulkan uang dulu untuk ongkos masuk ke sana.”

Biasanya ketika Allah Ta’ala membukakan rezeki kepada beliau, maka disisakan sedikit sampai terkumpul setengah riyal, lalu di berikan kepada istrinya. Setelah uangnya terkumpul, istrinya pergi ke pemandian air panas, ketika sampai di sana dia meminta penjaganya untuk membukakan pintu untuknya tapi ditolak.

Penjaga berkata: “Hari ini saya tidak akan membukakan pintu ini untuk siapa pun, karena istrinya Syaikh Al ‘Alim Al-Faqih Muhammad Ar-Romli sedang berada di dalam bersama para sahabatnya. Beliau berpesan untuk tidak membukakan pintu ini untuk siapa pun pada hari ini dan beliau telah memberi kepada kami semua ongkos yang biasa masuk kepada kami setiap harinya, yaitu 25 riyal. Jika engkau ingin masuk ke pemandian datanglah besok pagi, kalau hari ini tidak bisa.”

Baca Juga :  Rata-Rata Petani, Vaksinasi Desa Jlamprang Batang Sudah Capai 90%

Istrinya pulang menemui suaminya sambil mengembalikan uang setengah riyal dia berkata:

“Sekarang ini yang mempunyai ilmu adalah Syeikh Muhammad Ar-Romli yang istrinya hari ini masuk ke pemandian air panas dengan membayar 25 riyal dan tidak mengizinkan seorang pun masuk ke sana.

“Lalu mana ilmumu? sudah fakir, kesulitan, susah payah sendiri dan tidak mendapat sesuatu pun dari ilmumu. Ambillah uangmu yang kau kumpulkan berhari-hari ini,” kata istrinya.

Ketika Imam Ibnu Hajar mendengar ucapan istrinya, Beliau berkata:

“Aku ini tidak menghendaki dunia dan rida atas apa yang Allah tetapkan kepadaku di dalamnya, sedangkan engkau jika menginginkan dunia, mari kita ke sumur Zamzam”. (bersambung)/@fen/sumber: sindonews.com dari kitab tuhfatul asyrof dan kisah sejuta hikmah kaum sufi

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

UMRAH: 80 Mahasiswa Jadi Pemandu Umrah di Masjidilharam

Jum Nov 6 , 2020
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Sebanyak 80 mahasiswa dari Institut Masjidilharam telah mengambil bagian sebagai relawan di Masjidilharam, Mekah. Mereka diperbantukan setelah dibukanya ibadah umrah secara bertahap. “Para siswa bekerja total 240 jam atau tiga jam per siswa,” seperti dilaporkan SPA, dilansir ihram.co.id dari Arab News, Jumat (6/11/2020). Para mahasiswa ini menjadi petugas dengan membimbing […]