Seorang Duda Ditemukan Tewas Tergantung di Sebuah Gubuk di Tasikmalaya

Editor :
Petugas dari Polsek Sukaratu bersiap melakukan evakuasi korban./visi.news/ayi kuraesin.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Seorang pria berinisial FD (32) warga Kampung Cihaseum, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ditemukan tewas di sebuah gubuk di Kampung Batubulu, RT 02, RW 02, Desa Linggajaya, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/07) pagi.

Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Yoyo (60) yang datang ke gubuk dan dijadikan tempat tinggalnya untuk mengantarkan makanan pukul 06.00 WIB.

Karuan saja sang ayah kaget melihat kejadian tersebut, dan langsung memberitahukan kepada keluarga lainnya serta melapor ke Polsek Sukaratu, yang masuk wilayah hukum Polres Kota Tasikmalaya.

Tak menunggu lama, petugas polisi pun langsung datang ke lokasi. Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) petugas melakukan evakuasi jasad korban.

Kapolsek Sukaratu, AKP. Junaedi mengatakan korban yang berstatus duda tanpa anak tersebut tinggal seorang diri di sebuah gubuk tengah sawah.

Korban melakukan gantung diri dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan ke leher, selanjutnya diikatkan ke palang kayu di dalam gubuk.

“Jarak antara ujung kaki ke lantai sekitar 70 cm, dan jarak antara lantai ke palang kayu sekitar 2,30 meter,” kata Junaedi.

Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya sendiri. Saat itu sang ayah hendak mengantarkan makanan untuk korban. Namun setelah sampai di gubuk, sang ayah kaget melihat anaknya sudah dalam kondisi tergantung dengan kain sarung warna coklat.

Menyaksikan kondisi itu, sang ayah, yang kini menjadi saksi, langsung memberitahukan ke keluarga dan dilanjutkan melapor ke polisi. Tak menunggu waktu lama Petugas pun datang ke lokasi serta melakukan evakuasi, visum bersama tim medis.

“Hasil pemeriksaan tim Inafis Reskrim Polres Kota Tasikmalaya dan tim medis, tak ditemukan kondisi yang dicurigai atau kekerasan hingga menyebabkan kematian korban. Diduga kuat itu korban tewas akibat gantung diri,” tuturnya.

Baca Juga :  Indonesia Harus Mandiri di Teknologi Luar Angkasa, Energi Terbarukan dan Internet

Dikatakan Junaedi, pihak keluarga menerima atas kematian korban serta menganggap bahwa kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir. Keluarga pun menolak untuk dilakukan visum atau otopsi terhadap jasad korban.

“Atas permintaan tersebut dan membuat surat pernyataan, maka jasad korban langsung diserahkan untuk selanjutnya diurus pemakamannya,” tuturnya.@akr

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tingkatkan Koordinasi, Reskrimum Unit V Subdit III Polda Jabar Kunjungi GNPK RI

Rab Jul 15 , 2020
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Untuk menjalin kerjasama dan koordinasi yang lebih baik, jajaran Reskrimum Unit V Subdit III Polda Jawa Barat, Rabu (15/7/2020) siang menyambangi Sekretariat Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Repubik Indonesia (GNPK RI) Jawa Barat Jalan Banyubiru Raya Blok CC-18A, Komplek Pasir Pogor, Kota Bandung Menurut Ketua GNPK RI Jawa […]