SKETSA | The Batman

Silahkan bagikan

Oleh Syakieb Sungkar

FILM Hollywood yang paling seru beredar bulan ini adalah The Batman. Film yang diproduksi tahun 2021 ini disutradarai oleh Matt Reeves, dan yang menulis skenario adalah Peter Craig. Film ini dibintangi Robert Pattinson sebagai Bruce Wayne / Batman bersama Zoë Kravitz yang menjadi Cat Woman, Paul Dano sebagai The Riddler, Jeffrey Wright sebagai Komisaris Polisi Gotham City, John Turturro sebagai Carmine Falcone – raja mafia, Peter Sarsgaard sebagai Gil Colson – Jaksa Kota Gotham, Andy Serkis sebagai Alfred Pennyworth – pengasuh sekaligus asisten Batman, dan Colin Farrell sebagai Penguin. Film ini menceritakan upaya Batman mengungkap korupsi di Gotham City saat mengejar Riddler, seorang pembunuh berantai yang menargetkan pembunuhan para elit kota Gotham.

Film dipersiapkan sejak tahun 2013, mulanya Batman direncanakan akan diperankan oleh Ben Affleck, tetapi Afflek kemudian ragu-ragu dan batal berpartisipasi dalam proyek itu. Selanjutnya Reeves, sang sutradara, mengambil alih dan mengerjakan ulang ceritanya, serta berusaha mengeksplorasi sisi detektif Batman lebih dari film-film sebelumnya. Pattinson mulai dicasting pada Mei 2019, dan akhirnya ditetapkan sebagai pemeran Batman dalam film tersebut. Harusnya The Batman ditayangkan pada awal Juni 2021, namun ditunda karena pandemi Covid-19. Film ini mendapat pujian dari kritikus untuk penampilan, urutan aksi, dan cerita, meskipun beberapa mengkritik durasinya yang kepanjangan, sampai 3 jam.

Pada malam Halloween, Walikota Gotham City – Don Mitchell Jr. dibunuh oleh seorang pembunuh berantai yang menyebut dirinya Riddler. Batman kemudian menyelidiki pembunuhan itu bersama Departemen Kepolisian Kota Gotham (GCPD). Letnan James Gordon menemukan bahwa Riddler meninggalkan pesan untuk Batman, tetapi Komisaris GCPD Pete Savage mencaci maki Gordon karena mengizinkan Batman memasuki TKP dan memaksanya pergi. Riddler membunuh Savage tak lama kemudian, meninggalkan pesan lain untuk Batman. Pesannya berbunyi “ada informan pengkhianat bernama el rata alada” dan mengirimkan video kematian Savage ke media.

Batman dan Gordon menemukan bahwa Riddler meninggalkan flash disk di mobil Mitchell yang berisi gambar Mitchell dengan seorang wanita, Annika, di Iceberg Lounge, sebuah klub yang dioperasikan oleh Carmine Falcone dan Oswald Cobblepot alias Penguin. Batman menanyai Penguin, yang mengaku tidak tahu apa-apa, tetapi memperhatikan bahwa Selina Kyle (Cat Woman), teman sekamar Annika, bekerja sebagai pelayan di klub Iceberg. Kemudian Batman bekerjasama dengan Selina untuk menyelidiki tamu-tamu yang datang ke Iceberg Lounge untuk mencari jawaban hilangnya Annika. Melalui Selina, Batman menemukan jaksa wilayah Gotham, Gil Colson, ada dalam daftar orang-orang yang disuap Falcone.

Baca Juga :  GBS dan Media OutReach Mengembangkan Kemitraan Konten Berita di Vietnam

Pembunuhan berikutnya adalah Gil Colson. Riddler menculik Colson, mengikatkan bom waktu di lehernya, dan mengirimnya untuk mengganggu upacara pemakaman Mitchell. Ketika Batman tiba di tempat kejadian, Riddler memanggilnya melalui telepon Colson. Dia mengancam akan meledakkan bom jika Colson tidak bisa menjawab teka-teki dari Riddler. Tetapi Colson menolak untuk menjawab pertanyaan siapa informan yang mengkhianati para mafia di kota Gotham — sehingga Riddler kemudian membunuhnya. Batman dan Gordon menyimpulkan bahwa “el rata alada” mungkin merujuk ke Penguin dan melacaknya ke transaksi narkoba yang terjadi di Gotham. Mereka menemukan bahwa operasi pemberantasan narkoba tidak tuntas dan banyak petugas GCPD terlibat di dalamnya. Rencana mereka untuk menginterogasi Penguin terganggu ketika Selina tiba untuk mencuri uang hasil penjualan narkoba Penguin – Falcone. Saat Penguin melarikan diri, Selina menemukan mayat Annika di bagasi mobil.

Batman menangkap Penguin setelah kejar-kejaran di jalan tol, dan ini merupakan salah satu adegan seru dalam film, tetapi setelah Penguin tertangkap – Batman menyadari bahwa Penguin bukanlah informan yang dimaksud oleh Riddler. Melalui teka-teka berikutnya, Riddler menuntun Batman dan Gordon pergi untuk menyelidiki reruntuhan panti asuhan yang dioperasikan oleh orang tua Bruce, Thomas dan Martha. Dari sana mereka mengetahui bahwa Riddler adalah penghuni panti asuhan itu dan menyimpan dendam terhadap Thomas; dia telah memutuskan untuk menargetkan Bruce sejak Thomas dan Martha terbunuh ketika Batman masih kecil. Pelayan dan pengasuh Bruce, Alfred Pennyworth, dirawat di rumah sakit setelah terkena celaka karena membuka bom surat yang dikirim Riddler untuk Bruce. Thomas pernah mencalonkan diri sebagai walikota, tetapi gagal karena keburu mati terbunuh. The Riddler kemudian membocorkan bukti yang menyatakan bahwa Thomas pernah menyewa Falcone untuk membunuh seorang jurnalis karena mengancam akan mengungkapkan detail memalukan tentang riwayat penyakit mental Martha.

Bruce yang hatinya hancur, yang tumbuh dengan keyakinan bahwa ayahnya adalah pria yang bermoral tinggi, menghadapi Alfred. Alfred menegaskan bahwa Thomas meminta Falcone untuk mengintimidasi si wartawan yang mengancamnya, namun Faclone malah membunuh wartawan itu. Kemudian Thomas memutuskan untuk menyerahkan Falcone ke polisi setelah mengetahui pembunuhan itu. Alfred menduga bahwa Falcone lah yang telah membunuh Thomas dan Martha untuk mencegah laporan ke polisi. Selina memberi tahu Batman bahwa Falcone adalah ayahnya dan Saline mencuri uang Penguin karena Falcone telah mengabaikannya. Selina mengetahui bahwa Annika dicekik Falcone setelah Mitchell – Walikota yang telah mati itu – memberitahu Annika bahwa Falcone adalah informan yang selama ini suka mengkhianati sesama mafia narkoba, dan kemudian Falcone memutuskan untuk membunuh Selina juga. Batman dan Gordon tiba di Iceberg Lounge tepat waktu untuk menghentikan usaha pembunuhan terhadap Selina dan menangkap Falcone, tetapi Riddler menembaknya dari gedung terdekat. Penembakan Riddler itu telah membuat topengnya terbongkar, Riddler sesungguhnya adalah seorang ilmuwan forensik bernama Edward Nashton. Riddler kemudian ditangkap dan dipenjarakan di Arkham Asylum.

Baca Juga :  Tren Baru Harus Disikapi Pemimpin Bisnis, Microsoft Perkirakan Dunia Hadapi Pekerjaan Hibrid

Di Arkham, Nashton menyatakan iri dengan simpati yang diterima Bruce setelah pembunuhan orang tuanya sementara dia diabaikan, dan Nashton ingin bermitra dengan Batman untuk ikut main hakim sendiri dan bertopeng seperti Batman. Setelah Batman dengan marah menolak usul Nashton, ia mengungkapkan telah menempatkan banyak bom mobil di sekitar Gotham. Bom itu menghancurkan reservoir Gotham dan membanjiri kota. Batman menemukan bahwa Nashton mempunyai 5000 pengikut di internet, yang berencana untuk membunuh walikota terpilih Bella Real dalam kekacauan berikutnya. Batman kemudian menghancurkan para pengikut Nashton itu dengan bantuan Selina dan membantu upaya pemulihan kota Gotham dari kehancuran yang ditimbulkannya. Sedangkan Selina memutuskan untuk meninggalkan Gotham, karena menganggap kota itu tidak bisa diselamatkan. Pada saat yang sama, Nashton berteman dengan Joker di penjara Arkham.

Dekonstruksi cerita Batman

Ada beberapa hal yang konsisten dalam pembuatan film Batman, yaitu kostum, senjata dan kendaraan Batman yang designnya terus diperbaharui dari film ke film. Demikian pula suasana hati Batman yang murung dan gelap, sehingga kota Gotham sering digambarkan remang-remang, bersuasana suram. Dan pada setiap ceritanya dilakukan dekonstruksi. Orang tua Batman yang biasanya digambarkan baik hati dan menjadi korban pembunuhan oleh seorang begal jalanan, dalam film ini diubah menjadi orang tua yang jahat dan kejam kemudian dibunuh oleh temannya sendiri sesama mafia. Demikian pula Cat Woman yang biasanya digambarkan sebagai orang kebanyakan yang berubah menjadi jahat, kali ini berbeda. Dalam film Batman yang dahulu, Cat Woman berubah karakter setelah ia mengalami kecelakaan terkena cairan kimia suatu pabrik yang membuat produk kecantikan. Cat Woman di film yang lain, berprofesi sebagai pencuri toko perhiasan. Kali ini Cat Woman adalah anak seorang raja kriminal kota Gotham dan bekerja di klub malam ayahnya sendiri.

Baca Juga :  Seorang Lelaki Asal Bekasi Ditemukan Tewas di Kontrakannya, Penyebabnya Mirip Gejala Corona

Hal yang tidak berubah lainnya dari film Batman, adalah pemilihan pemeran Batman selalu diambilkan dari bintang-bintang yang sedang diidolakan gadis-gadis gaul masa kini. Pemilihan Robert Pattinson tidak terlepas dari kesuksesannya memerankan trilogi drakula yang cute dalam “Twilight”. Demikian pula pemeran Cat Woman adalah gadis seksi, seperti Halle Berry pada film terdahulu, dan sekarang Zoë Kravitz. Zoë adalah putri pasangan Lenny Kravitz, penyanyi rock kulit hitam Amerika yang ganteng, dengan Lisa Bonet, bintang serial TV “The Cosby Show” yang pernah tophits tahun 80-an. Bisa dibayangkan rocker ganteng menikahi cewek cantik seksi, hasil produksinya adalah Cat Woman yang gaya jalannya lebih cocok sebagai peragawati di catwalk ketimbang menumpas kejahatan dalam “The Batman”. Hal yang sama dengan Robert Pattinson, begitu wajah cakepnya ditutup oleh masker Batman, maka aura mboys-nya hilang, dan perannya sebagai Batman menjadi kalah menonjol dibanding permainan akting John Turturro dan Paul Dano (Riddler).

Daya pikat dari film yang berlangsung 3 jam itu adalah jalan cerita yang enigmatik, tidak mudah diterka, karena cerita ini berbeda dengan pakem Batman yang ada. Polisi Gotham yang biasanya mudah bekerjasama dengan Batman, kali ini sangat reluctance, mungkin karena polisi yang korup lebih banyak dari yang bersih. Cat Woman kali ini mudah sekali terpikat dengan Batman, sehingga ada 2 adegan ciuman gratis yang dipertontonkan (biasanya Batman harus membelikan Cilok dulu sebelum Cat Woman mau dicium). Hal yang membuat saya kecewa adalah gua Batman tidak didesign canggih sebagaimana biasanya, atapnya terlalu tinggi mirip hanggar pesawat, dan kesan misterius dari Bat Cave tidak muncul. Sebagaimana pepatah, tidak ada gelas yang tak somplak, maka kekurangan-kekurangan film Batman kali ini dapat kita maafkan, karena kalau kita tidak nonton maka status kita sebagai penghuni kota yang selalu trendy dan update akan dicabut oleh Bapak Ridwan Kamil. Selamat menonton The Batman !***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kasus Harian dan Kasus Aktif di Luar Jawa Bali Mulai Menurun, Pemerintah Terus Mendorong Akselerasi Vaksinasi dan Realisasi Program PEN

Sel Mar 8 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Sebagaimana telah dilakukan pada setiap hari Senin, Pemerintah terus melakukan evaluasi mingguan secara rutin atas perkembangan kasus dan upaya pengendalian pandemi Covid-19 secara nasional, termasuk evaluasi perkembangan Kasus Harian dan Kasus Aktif, Perawatan RS dan BOR, Kesembuhan dan Kematian, Capaian Vaksinasi, Level Asesmen masing-masing daerah, […]